Penyebab Bibir Kering
12:02 PMSalah satunya adalah dehidrasi. Bibir kering yang disebabkan oleh dehidrasi tidak bisa dilembapkan dengan air liur. Alasannya, menurut drg. Willy Djoko P., Sp.PM, dari Cosmodenz, Dental Health Care & Aesthetic, kandungan air liur – sebagian besar terdiri dari air, lalu elektrolit, enzim dan komponen antibakterial – tidak dapat mengurangi penguapan kadar air dari bibir.
Joan Liebmann-Smith, Ph.D. dan Jacqueline Nardi Egan juga mengatakan dalam bukunya tentang bibir kering sebagai pertanda kekurangan nutrisi dan sindrom Sjögren. Sindrom itu adalah penyakit autoimun yang menyerang kelenjar penghasil kelembapan, yang umum menyerang perempuan. Bibir kering bukanlah satu-satunya tanda dari sindrom Sjögren. Mata dan hidung kering, serta radang persendian juga menjadi indikator.
Meski biasanya tidak berbahaya, bibir yang kering bisa diperparah karena kontak dengan faktor-faktor luar. Bibir kering bisa menjadi pecah-pecah karena terkena sesuatu, seperti pasta gigi, pewarna bibir atau minyak dan bumbu makanan.
“Kondisi itu bisa menyebabkan dermatitis kontak, yaitu radang pada kulit bibir akibat penetrasi substansi asing ke dalam kulit,” jelas dr. Eddy Karta, SpKK, staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Akibatnya, kulit bibir akan semakin kering dan bahkan bisa menjadi merah karena meradang.
Cara Mudah Atasi Flek Hitam Di Wajah
11:57 AM
Flek yang umum ditemukan pada wajah, tidak berhubungan dengan tipe kulit kering, normal ataupun berminyak. Flek disebabkan banyak hal, seperti faktor genetik, hormon, ras, sinar UV, kosmetika yang digunakan sehari-hari, serta konsumsi obat-obatan yang memicu terjadinya pigmentasi kulit.Flek akibat sinar matahari yang sering kita lihat adalah freckles, terjadi karena sinar matahari (sun spots, sproeten). Sedangkan melasma berupa bintik-bintik hitam yang dihasilkan dari kombinasi sinar matahari dan hormone. Flek hitam di wajah dan dada lebih sering ditemukan pada jenis kulit berwarna cerah. Jika tidak segera dirawat, flek bisa bertambah banyak dan melebar.
Tip:
- Hindari paparan langsung sinar ultraviolet terutama antara pukul 09.00-15.00. Gunakan payung atau topi yang lebar jika keluar rumah. Jangan lupa menggunakan tabir surya yang tepat untuk melindungi kulit, spf 15 untuk aktifitas sehari-hari dan spf 30 untuk paparan intens. Gunayan tabir surya berulang dalam waktu beberapa jam.
- Hati-hati memilih produk pemutih wajah. Saat ini beredar krim kecantikan yang menjanjikan dapat mengatasi jerawat, menghaluskan, mengencangkan, serta memutihkan kulit. Ingat, tidak ada krim wajah serbaguna yang dapat menyelesaikan semua masalah kulit.
- Saat usia menginjak angka 25, metabolisme tubuh mulai melambat. Regenerasi kulit harus dibantu dengan microdermabrasi seminggu sekali. Pengangkatan sel kulit mati akan membantu.
- Pemakaian krim malam sebelum tidur juga membantu proses regenerasi kulit.
- Jika kondisinya sudah parah, lakukan peremajaan kulit di klinik kecantikan dengan cara membidik melanin pada bercak tersebut untuk menghilangkan bercak pigmen.
Wajah Segar Seketika
11:51 AM
Rapat penting menanti, sementara Anda tak punya waktu berdandan? Ikuti trik berikut dan dapatkan wajah segar dalam sekejap.
• Semprotkan face mist untuk menyegarkan wajah secara instan. Dalam hitungan detik, wajah menjadi segar.
• Lentikkan bulu mata dengan menggunakan penjepit bulu mata, lalu oleskan maskara.
• Baurkan bedak tabur dengan menggunakan kuas pada bagian dahi, pipi, dan dagu.
• Terakhir, oleskan clear gloss pada bibir. Selain menghemat waktu karena Anda tidak memerlukan cermin untuk mengaplikasikannya, efek yang ditimbulkan membuat wajah segar seketika.
• Semprotkan face mist untuk menyegarkan wajah secara instan. Dalam hitungan detik, wajah menjadi segar.
• Lentikkan bulu mata dengan menggunakan penjepit bulu mata, lalu oleskan maskara.
• Baurkan bedak tabur dengan menggunakan kuas pada bagian dahi, pipi, dan dagu.
• Terakhir, oleskan clear gloss pada bibir. Selain menghemat waktu karena Anda tidak memerlukan cermin untuk mengaplikasikannya, efek yang ditimbulkan membuat wajah segar seketika.
Kulit Anda Sensitif??
11:47 AM
"Kulit wajah yang cenderung sensitif memerlukan kandungan alami yang sangat ringan. Produk dengan kandungan mineral bisa menjadi jawaban.” ungkap Juliana Yu, MD.H. Cosmetologist, CIBTAC, BABTAC, IPTI, ITAC, CIDESCO, DIP. INTL’L NUTRITIONIST DIP.ITL’L. Penasaran dengan apa kelebihan kandungan mineral dalam produk yang telah hadir di pasaran ini? Jika Anda termasuk salah satu pecinta tata rias wajah dan memiliki permasalahan serupa, pembahasan berikut ini wajib dicermati. Kandungan Bersahabat
Memiliki sifat non comedogenic, berarti tidak menyumbat pori-pori dan tidak menyebabkan jerawat, produk dengan kandungan mineral ini memiliki butiran yang berukuran nano pertikel sehingga mudah meresap ke dalam kulit.
Tak hanya itu biasanya produk yang mengandung mineral tersebut juga tidak mengandung wewangian sintetis, pewarna, minyak mineral, dan pengawet sehingga Anda bisa meminimalisir terjadinya iritasi kulit.
Beberapa dokter dan ahli kecantikan bahkan seringkali menyarankan untuk menggunakan mineral kosmetik kepada wanita yang baru saja menjalani perawatan laser, mikrodermabrasi, dan peeling.
Namun ternyata, tak semua kandungan mineral dapat digunakan. Berikut adalah beberapa kandungan mineral yang aman dan terkandung dalam sebagian besar produk tata rias wajah. Apa saja?
1.Mika
• Mineral transparan yang ditambang dari bumi dalam bentuk lapisan tipis. Mika memiliki warna yang jernih dan berkilau atau bisa juga matte.
• Mika yang terdapat dalam kosmetik berperan untuk membantu menyamarkan garis halus selain membuat wajah terlihat lebih cerah dan halus.
2. Iron Oxide
• Digunakan sebagai pigmen warna alami untuk tata rias yang memiliki kandungan mineral.
• Kandungan ini mampu membantu memberi warna kekuningan atau bronze yang cantik.
3. Titanium Dioxide
• Membantu memberi efek mencerahkan kulit wajah.
• Membantu bertindak sebagai anti radang karena kemerahan atau iritasi.
• Membantu menyamarkan garis halus, perubahan warna wajah, dan berperan sebagai tabir surya alami.
4. Kaolin Clay
• Membantu menyerap minyak berlebih, mengurangi jerawat, menyamarkan tampilan pori-pori, dan menenangkan kulit yang cenderung sensitif.
5. Zinc Oxide
• Bertindak sebagai anti radang yang menenangkan wajah, apalagi jika Anda memiliki keluhan rosacea.
• Memiliki ‘kekuatan’ sebagai anti mikroba sehingga menjaga kualitas produk lebih tahan lama.
Coba ini:
- Original & Mineral, 7 days masque
- Estee Lauder
- I.D Mineral
Perhatikan ini:
Meski bersifat alami, bukan berarti semuayang berasal dari alam terbukti aman digunakan untuk kulit. Hindari kandungan Tobacco, Hemlock, Poison Ivy, serta minyak mineral yang berperan sebagai parafin cair. Kabarnya, minyak mineral dapat mengganggu kemampuan alami kulit untuk membersihkan diri dari toksin, memundurkan fungsi sel, dan menyebabkan penuaan dini.
Mineral Berwarna
Selain terbuat dari senyawa bahan-bahan alami, produk tata rias yang memiliki kandungan mineral ini juga memiliki mineral berwarna yang terbuat dari pigmen alam. Pigmen alami tersebut memiliki tingkatan kilau masing-masing, mulai dari yang paling rendah (hampir tidak mengeluarkan kilau) sampai ke tingkat paling tinggi ( paling berkilau).
Untuk menghasilkan warna yang diinginkan, pigmen alami tersebut diproses lalu dilapisi kembali oleh pigmen lain untuk membuat aneka warna dan kilau. Kombinasi dari mineral berwarna inilah yang digunakan pada beberapa produk seperti bedak, foundation, eye shadow, hingga lipstik. Yang menarik, karena pigmen warna dari produk tersebut sebagian besar diperoleh dari alam, warna-warna yang hadir dan menjadi pilihan bukanlah warna dekoratif yang cenderung cerah. Namun lebih redup dan cenderung alami.
Manfaat Mutiara Bagi Kulit
11:41 AM
Ini dia beberapa manfaat mutiara bagi kulit:
- Membantu menstimulasi kolagen sehingga kulit tetap lembap, halus, dan kenyal.
- Melindungi kulit dari radikal bebas.
- Membantu menghilangkan noda hitam pada kulit wajah, meningkatkan proses regenerasi sel kulit, dan membuat kulit tampak cerah.
- Memperhalus tekstur kulit yang cenderung kusam dan kasar.
- Kandungan amino acid dan protein dalam mutiara mampu bersinergi membantu proses revitalisasi kulit
Bukan Sembarang Lari
11:35 AM
Belakangan ini, olahraga lari makin populer. Wajar saja, sih, sebab olahraga ini paling murah dan mudah dilakukan. Manfaatnya pun tak kalah dengan olahraga lain, seperti renang atau latihan di gym. Selain meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, lari juga melatih hampir seluruh otot tubuh. Dan yang tak kalah penting, membakar banyak kalori. Meski tergolong olahraga mudah, penting dicermati beberapa hal sebelum mulai berlari, agar hasilnya maksimal. Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Michael Triangto, SpKO, dan pengurus komunitas lari Indo Runners, Yasha Chatab, memberikan beberapa tip untuk Anda.
1. Tentukan tujuan
“Tujuan larinya apa? Itu yang paling penting,” kata dr. Michael, tegas. Jika tujuannya untuk sehat, berarti tidak boleh lari mati-matian. Berbeda dengan orang yang ingin mengikuti maraton atau kompetisi tertentu. Akan lebih banyak masalah daripada manfaatnya, jika lari dengan sangat dipaksa. Karena itu, tanamkan di benak Anda bahwa tujuan Anda lari untuk kesehatan.
2. Gunakan sepatu yang sesuai
Kaki menjadi anggota tubuh yang paling penting saat berlari. Karena itu, pemilihan sepatu menjadi hal penting. Gunakan sepatu lari. Jangan menggunakan sepatu yang bukan didesain untuk berlari, seperti sepatu tenis atau sepatu kasual biasa, agar terhindar dari cedera.
Saat memilih sepatu, jangan tergoda pada penampilannya saja. Kebutuhan kaki tiap orang berbeda. Pilihlah sepatu yang sesuai dengan jenis telapak kaki (cara memeriksa, baca boks 1) dan ukuran yang pas. Sepatu yang baik adalah sepatu yang saat dipakai masih menyisakan ruang sebesar satu jari di depan ujung ibu jari kaki.
3. Pakaian harus nyaman
Saat lari, tubuh akan berkeringat. Karena itu, butuh pakaian nyaman yang dapat menyerap keringat. Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat dan tebal. Jenis pakaian tersebut hanya akan menghambat pertukaran panas.
Agar aman, Yasha menyarankan untuk menggunakan pakaian khusus untuk lari. Sebab, saat lari kulit akan mudah tergesek dengan pakaian. Bahan yang tidak baik dapat membuat kulit menjadi lecet.
Tak kalah penting bagi wanita, selalu menggunakan sports bra bertali silang agar dapat menopang payudara lebih kuat. Jika tidak ditopang dengan baik, payudara yang terguncang saat lari dapat menyebabkan nyeri punggung.
4. Berlarilah di waktu yang baik
Kapan waktu yang paling baik untuk lari? Menurut dr. Michael, saat pagi hari, ketika udara masih segar dan semangat beraktivitas masih tinggi. Energi setelah lari pun dapat dipakai untuk beraktivitas sepanjang hari. “Lari menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Suhu tubuh jadi lebih panas, dan tubuh jadi awake,” jelasnya.
Itu pula sebabnya, dr. Michael tidak menyarankan melakukan olahraga lari di malam hari. Karena dampaknya dapat membuat Anda sulit tidur. Jika memang hanya punya waktu untuk lari di malam hari, usahakan agar selesai lari tiga jam sebelum waktu tidur Anda. Untuk keselamatan, gunakan baju berwarna terang atau pakaian reflektor yang memantulkan cahaya supaya mudah terlihat oleh para pengendara.
5. Pilih lintasan yang aman
Enaknya, olahraga lari bisa dilakukan di mana pun. Carilah rute yang sepi dari kendaraan maupun sepeda, demi keamanan dan kenyamanan saat lari. Untuk awal, pilihlah jalanan yang rata. Jika sudah biasa dan stamina mulai meningkat, tak ada salahnya memilih lintasan yang sedikit menanjak. Jika terpaksa lari di pinggir jalan raya, larilah melawan arus, agar Anda bisa lebih waspada dan menghindar jika ada kendaraan yang meleng.
6. Makan dua jam sebelum lari
Jika tujuan Anda lari untuk kesehatan, maka makan apa pun sebelum lari sebenarnya tidak masalah, asalkan jangan terlalu banyak. Agar aman, konsumsi makanan berat dua jam sebelum lari. Sebab, jika makan berat sesaat sebelum lari dapat memengaruhi kemampuan berlari.
Yasha juga menyarankan untuk minum air atau isotonic secukupnya sebelum lari. Begitu juga setelah lari. Segera minum air atau isotonic untuk mengganti cairan dan mineral yang hilang dari dalam tubuh.
7. Jangan lupa pemanasan dan pendinginan
Pemanasan dan pendinginan wajib dilakukan agar terhindar dari cedera. Tidak hanya menggerakkan bagian kaki, namun juga tangan, pinggang, dan pundak. Sebab, saat berlari hampir semua otot pada tubuh bergerak. Jika otot tidak lentur bisa mengakibatkan kram di tengah jalan. Waktu minimal pemanasan dan pendinginan adalah masing-masing 5 menit.
8. Hindari mendaratkan tumit terlebih dulu
Lari dengan mendaratkan tumit terlebih dulu sangat berbahaya. Benturan tumit dengan jalan akan berpengaruh ke engkel, kemudian lutut, dan berlanjut ke panggul bahkan pinggang. Jika berlangsung terus-menerus, dapat mengakibatkan sakit pada pinggang.
Lari dengan mendaratkan kaki bagian depan terlebih dulu sebenarnya aman. Namun, Anda akan cepat lelah karena terlalu sering jinjit. Agar kaki tidak mudah cedera dan cepat lelah, disarankan untuk mendaratkan telapak kaki secara mendatar saat berlari. Benturan tidak membebani sehingga kaki bagian bawah tetap relaks dan jauh dari risiko cedera.
9. Perhatikan postur tubuh
Tidak hanya langkah kaki, posisi tubuh yang salah saat berlari juga dapat menyebabkan cedera dan langkah kurang efisien. Hindari berlari dengan posisi tubuh tegak. Posisi terbaik adalah bungkukkan badan kurang lebih 10-20 derajat, kepalkan tangan, tekuk siku 90 derajat, dan ayunkan tangan ke depan dan belakang secara bergantian dengan kaki. Sikap tubuh yang benar saat berlari akan membuat langkah lebih efisien dan napas lebih baik.
10. Mulai perlahan
Karena pelari pemula biasanya belum tahu tingkat kemampuannya, maka mulailah dengan kecepatan yang paling rendah. Dokter Michael menyarankan cobalah berlari selama 30 menit terlebih dulu. Setelah itu, jalan dan dengarkan bahasa tubuh Anda. Apakah ada nyeri, pusing, sesak, atau keluhan lainnya? Jika tidak ada, Anda boleh meningkatkan durasi dan kecepatan setahap demi setahap. Namun, jika Ada keluhan, kurangi durasinya. Jika keluhan tetap tidak berkurang, hentikan lari, dan periksakan diri ke dokter.
11. Atur kecepatan
Teorinya, larilah dengan kecepatan konstan. Namun, pada kenyataannya tidak begitu. Kecepatan lari tergantung denyut jantung masing-masing. Karena menganalisis kondisi jantung bukan hal mudah, menggunakan perangkat pantau detak jantung saat lari adalah pilihan tepat. Jika Anda berlari terlalu berlebihan atau kurang maksimal, alat itu akan berbunyi sehingga Anda dapat menyesuaikan dengan memperlambat atau mempercepat lari Anda.
12. Rutin!
Untuk memperoleh dampak kesehatan dari olahraga lari, lakukan secara rutin. Sebaiknya lakukan tiga kali seminggu. Namun, kalau tidak mampu, satu atau dua minggu sekali tidak masalah. Yang penting rutin dan minimal tiga kali. Kalau hanya sekali, Anda tidak akan merasakan manfaatnya.
1. Tentukan tujuan
“Tujuan larinya apa? Itu yang paling penting,” kata dr. Michael, tegas. Jika tujuannya untuk sehat, berarti tidak boleh lari mati-matian. Berbeda dengan orang yang ingin mengikuti maraton atau kompetisi tertentu. Akan lebih banyak masalah daripada manfaatnya, jika lari dengan sangat dipaksa. Karena itu, tanamkan di benak Anda bahwa tujuan Anda lari untuk kesehatan.
2. Gunakan sepatu yang sesuai
Kaki menjadi anggota tubuh yang paling penting saat berlari. Karena itu, pemilihan sepatu menjadi hal penting. Gunakan sepatu lari. Jangan menggunakan sepatu yang bukan didesain untuk berlari, seperti sepatu tenis atau sepatu kasual biasa, agar terhindar dari cedera.
Saat memilih sepatu, jangan tergoda pada penampilannya saja. Kebutuhan kaki tiap orang berbeda. Pilihlah sepatu yang sesuai dengan jenis telapak kaki (cara memeriksa, baca boks 1) dan ukuran yang pas. Sepatu yang baik adalah sepatu yang saat dipakai masih menyisakan ruang sebesar satu jari di depan ujung ibu jari kaki.
3. Pakaian harus nyaman
Saat lari, tubuh akan berkeringat. Karena itu, butuh pakaian nyaman yang dapat menyerap keringat. Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat dan tebal. Jenis pakaian tersebut hanya akan menghambat pertukaran panas.
Agar aman, Yasha menyarankan untuk menggunakan pakaian khusus untuk lari. Sebab, saat lari kulit akan mudah tergesek dengan pakaian. Bahan yang tidak baik dapat membuat kulit menjadi lecet.
Tak kalah penting bagi wanita, selalu menggunakan sports bra bertali silang agar dapat menopang payudara lebih kuat. Jika tidak ditopang dengan baik, payudara yang terguncang saat lari dapat menyebabkan nyeri punggung.
4. Berlarilah di waktu yang baik
Kapan waktu yang paling baik untuk lari? Menurut dr. Michael, saat pagi hari, ketika udara masih segar dan semangat beraktivitas masih tinggi. Energi setelah lari pun dapat dipakai untuk beraktivitas sepanjang hari. “Lari menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Suhu tubuh jadi lebih panas, dan tubuh jadi awake,” jelasnya.
Itu pula sebabnya, dr. Michael tidak menyarankan melakukan olahraga lari di malam hari. Karena dampaknya dapat membuat Anda sulit tidur. Jika memang hanya punya waktu untuk lari di malam hari, usahakan agar selesai lari tiga jam sebelum waktu tidur Anda. Untuk keselamatan, gunakan baju berwarna terang atau pakaian reflektor yang memantulkan cahaya supaya mudah terlihat oleh para pengendara.
5. Pilih lintasan yang aman
Enaknya, olahraga lari bisa dilakukan di mana pun. Carilah rute yang sepi dari kendaraan maupun sepeda, demi keamanan dan kenyamanan saat lari. Untuk awal, pilihlah jalanan yang rata. Jika sudah biasa dan stamina mulai meningkat, tak ada salahnya memilih lintasan yang sedikit menanjak. Jika terpaksa lari di pinggir jalan raya, larilah melawan arus, agar Anda bisa lebih waspada dan menghindar jika ada kendaraan yang meleng.
6. Makan dua jam sebelum lari
Jika tujuan Anda lari untuk kesehatan, maka makan apa pun sebelum lari sebenarnya tidak masalah, asalkan jangan terlalu banyak. Agar aman, konsumsi makanan berat dua jam sebelum lari. Sebab, jika makan berat sesaat sebelum lari dapat memengaruhi kemampuan berlari.
Yasha juga menyarankan untuk minum air atau isotonic secukupnya sebelum lari. Begitu juga setelah lari. Segera minum air atau isotonic untuk mengganti cairan dan mineral yang hilang dari dalam tubuh.
7. Jangan lupa pemanasan dan pendinginan
Pemanasan dan pendinginan wajib dilakukan agar terhindar dari cedera. Tidak hanya menggerakkan bagian kaki, namun juga tangan, pinggang, dan pundak. Sebab, saat berlari hampir semua otot pada tubuh bergerak. Jika otot tidak lentur bisa mengakibatkan kram di tengah jalan. Waktu minimal pemanasan dan pendinginan adalah masing-masing 5 menit.
8. Hindari mendaratkan tumit terlebih dulu
Lari dengan mendaratkan tumit terlebih dulu sangat berbahaya. Benturan tumit dengan jalan akan berpengaruh ke engkel, kemudian lutut, dan berlanjut ke panggul bahkan pinggang. Jika berlangsung terus-menerus, dapat mengakibatkan sakit pada pinggang.
Lari dengan mendaratkan kaki bagian depan terlebih dulu sebenarnya aman. Namun, Anda akan cepat lelah karena terlalu sering jinjit. Agar kaki tidak mudah cedera dan cepat lelah, disarankan untuk mendaratkan telapak kaki secara mendatar saat berlari. Benturan tidak membebani sehingga kaki bagian bawah tetap relaks dan jauh dari risiko cedera.
9. Perhatikan postur tubuh
Tidak hanya langkah kaki, posisi tubuh yang salah saat berlari juga dapat menyebabkan cedera dan langkah kurang efisien. Hindari berlari dengan posisi tubuh tegak. Posisi terbaik adalah bungkukkan badan kurang lebih 10-20 derajat, kepalkan tangan, tekuk siku 90 derajat, dan ayunkan tangan ke depan dan belakang secara bergantian dengan kaki. Sikap tubuh yang benar saat berlari akan membuat langkah lebih efisien dan napas lebih baik.
10. Mulai perlahan
Karena pelari pemula biasanya belum tahu tingkat kemampuannya, maka mulailah dengan kecepatan yang paling rendah. Dokter Michael menyarankan cobalah berlari selama 30 menit terlebih dulu. Setelah itu, jalan dan dengarkan bahasa tubuh Anda. Apakah ada nyeri, pusing, sesak, atau keluhan lainnya? Jika tidak ada, Anda boleh meningkatkan durasi dan kecepatan setahap demi setahap. Namun, jika Ada keluhan, kurangi durasinya. Jika keluhan tetap tidak berkurang, hentikan lari, dan periksakan diri ke dokter.
11. Atur kecepatan
Teorinya, larilah dengan kecepatan konstan. Namun, pada kenyataannya tidak begitu. Kecepatan lari tergantung denyut jantung masing-masing. Karena menganalisis kondisi jantung bukan hal mudah, menggunakan perangkat pantau detak jantung saat lari adalah pilihan tepat. Jika Anda berlari terlalu berlebihan atau kurang maksimal, alat itu akan berbunyi sehingga Anda dapat menyesuaikan dengan memperlambat atau mempercepat lari Anda.
12. Rutin!
Untuk memperoleh dampak kesehatan dari olahraga lari, lakukan secara rutin. Sebaiknya lakukan tiga kali seminggu. Namun, kalau tidak mampu, satu atau dua minggu sekali tidak masalah. Yang penting rutin dan minimal tiga kali. Kalau hanya sekali, Anda tidak akan merasakan manfaatnya.
Body Yang Sempurna
11:32 AM
Kata siapa si kurus tak butuh olahraga? Mentang-mentang kurus dan merasa tak perlu membakar kalori ekstra, membuat si kurus urung berlatih. Latihan yang tepat justru bisa membantu Anda menambah berat badan dan membuat tubuh berisi, juga tidak ringkih. Menurut Ratih K. Wardhani, training leader dari AFAS (Academy of Fitness Aerobic and Spa), latihan untuk orang kurus tak beda jenisnya dengan orang lain. Berbagai latihan bisa dilakukan. Hanya, perhatikan porsinya. “Tidak perlu latihan kardio banyak, karena si kurus tidak perlu banyak melakukan pembakaran,” katanya. Yang perlu Anda perbesar porsinya adalahlatihan beban untuk menambah massa otot. Anda bisa minta bantuan personal trainer di pusat kebugaran atau dokter spesialis olahraga, untuk merancang program latihan yang tepat. “Umumnya, sekitar 20%-30% sebaiknya Anda alokasikan untuk latihan kardio, seperti jalan kakiatau bersepeda ringan. Sedangkan porsi latihan terbesar, 70% - 80%, fokuskan pada latihan beban,” ujar Ratih.
Lakukan latihan beban yang melatih otot seluruh bagian tubuh, bisa menggunakan mesin di pusat kebugaran atau alat-alat, seperti dumbbell, barbell, gym ball, dan lain-lain. Atau, lakukan latihan yang menggunakan beban tubuh sendiri, seperti squat, push-up, atau sit-up. Berikut ini beberapa tip saat melakukan latihan beban dari Ratih:
- Perhatikan teknik mengangkat beban dengan benar agar Anda terhindar dari cedera.
- Saat berlatih, mulailah dengan beban yang ringan. Beban terlalu berat akan membuat Anda kehilangan teknik yang tepat.
- Jaga kestabilan tubuh Anda saat melakukan angkat beban. Caranya dengan selalu menguatkan perut.
- Lakukan gerakan secara perlahan dan tidak terburu-buru, rasakan setiap bagian tubuh yang Anda latih.
- Tambah beban secara bertahap setelah selama dua minggu setelah Anda sudah menguasai teknik angkat beban yang benar.
- Tak perlu berlatih tiap hari. Jadwalkan latihan 3 - 4 kali seminggu masing-masing satu jam. Istirahatkan otot pada hari Anda istirahat latihan.
- Jangan lupa untuk makan porsi terbesar makanan Anda seharian pada saat sarapan, sebelum latihan, dan sesudah latihan.
Latihan macam ini akan memberi tekanan pada seluruh tubuh. Bila Anda rutin melakukannya, Anda tak akan tampak kurus kering. Sebaliknya, akan tampak berisi. Makan porsi besar pada saat tersebut juga akan membantu pertumbuhan otot.

